Rabu, 25 Agustus 2010

Mahasiswa Tolak Remisi Bagi Koruptor

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi hindu muda Indonesia (AHMI), Rabu (25/8/2010), berunjuk rasa di bundaran Catur Muka, Denpasar. Mereka menyampaikan aspirasinya menolak pemberian remisi kepada narapidana kasus koruptor dan terorisme.

Mereka menganggap pemberian remisi tersebut sebagai bentuk buruknya pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ”Kami ingin mengingatkan pemerintah, bahwa banyak kerugian yang diderita masyarakat akibat ulah mereka (koruptor dan teroris),” kata Wakil Koordinator Lapangan, Wayan Suardika, di sela-sela demo.

Para mahasiswa menganggap koruptor dan teroris tidak layak mendapat remisi, karena telah merugikan rakyat Indonesia dari segi mental, materi, dan nyawa. Pengunjuk rasa juga mengkritik pemberian remisi saat perayaan HUT Kemerdekaan 17 Agustus.

Momen bersejarah tersebut mereka nilai sangat tidak pantas dijadikan pemerintah sebagai momen untuk memberikan remisi.

Selain membentangkan berbagai spanduk dan bendera merah putih, mahasiswa juga menggelar aksi teatrikal untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintahan SBY.